Dapat dikatakan trampil dalam membaca jika mampu melafalkan
teks tulis dengan intonasi dan makhroj yang tepat serta mampu memperoleh atau
memahami informasi dari bahasa tulis atau memahami isi apa yang tertulis.[1]
Membaca pada hakikatnya adalah proses komunikasi
antara pembaca dengan penulis melalui teks yang ditulisnya, maka secara
langsung di dalamnya ada hubungan kongnitif antara bahasa lisan dengan bahasa
tulis
Dalam makna yang lebih luas, membaca tidak hanya terpaku pada kegiatan
melafalkan dan memahami makna bacaan dengan baik, yang hanya melibatkan unsur
kongnitif dan psikomotorik, namun lebih dari itu, yaitu menyangkut penjiwaan
atas isi suatu bacaan.